Bkpwestaria's Blog

Just another WordPress.com weblog

SENYUM untuk JABAR Februari 4, 2010

Filed under: events — westaria @ 6:42 am

SENYUM UNTUK JABAR, PELATIHAN GURU & RELAWAN LOKAL

Pangalengan, 16 Januari 2010

foto bersama team & peserta pelatihan

Hari Minggu, 16 Januari 2010.

Hujan gerimis tak mengurungkan niat kami untuk pergi ke Pangalengan, Bandung.  Team BKP WESTARIA dengan senang hati dapat ikut berpartisipasi dalam acara ” Senyum untuk Jabar, Pelatihan Guru dan Relawan Lokal”.

*Acara pun dimulai…..

Dra. Yuli Suliswidiawati, M.PSi selaku Master Trainer EFT plus merangkap pimpinan WESTARIA sharing dengan para guru mengenai apa saja masalah yang sering dihadapi guru dalam menangani anak-anak didiknya. Sampai tak terasa ba’da Zuhur pun tiba. Kami rehat sebentar.

*Acara dimulai kembali pada pukul 1 siang.

Dan inilah yang paling ditunggu-tunggu…..

Penjelasan mengenai metode EFT dijabarkan secara singkat, padat, dan jelas. Yang kemudian dipraktekkan secara massal oleh para peserta.

Para peserta mulai merenggangkan barisan tempat duduknya, memberi celah bagi team WESTARIA untuk ikut membantu para peserta pada saat proses Tapping.

Tapping dimulai……..

set up memulai tapping

Sejenak ruang serbaguna begitu hening, namun tak berapa lama…….

Ruangan menjadi ramai dengan suara isak -tangis para peserta.

“Keluarkan saja rasa sedih, marah, kecewa, dan dendam Anda!!”

*Alhamdulillah….Tapping pun selesai…..

Peserta masih bingung dengan apa yang telah terjadi, melihat sekeliling….. tak sedikit peserta yang dapat mengeluarkan emosinya dengan lepas.

Diskusi dilanjutkan kembali…..”Apa yang sekarang Anda rasakan?”. Tak sedikit yang merasa lega setelah proses tapping dilakukan. Itulah efek yang dihasilkan oleh tapping, mungkin sulit untuk dikatakan, namun dapat dirasakan oleh diri sendiri.

Bearti, selesai  sudah tugas Team WESTARIA hari ini….

*Terima kasih kepada panitia, peserta SENYUM UNTUK JABAR, dan tak lupa para relawan dari team WESTARIA*

- make ur Life BETTER-

 

BILA ORANG TUA BERCERAI Januari 28, 2010

Filed under: Uncategorized — westaria @ 4:34 am

BILA ORANG TUA BERCERAI

”Dia broken home, orang tuanya bercerai. Itu sebabnya dia jadi nakal.” Ini salah satu kalimat yang sering terdengar. Apa boleh buat, umumnya perceraian memang menimbulkan dampak negatif. Psikolog dari biro konsultasi psikologi Westaria Bandung, Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi. menyebutkan, hasil penelitian di Amerika, yang membuktikan bahwa anak-anak hasil perceraian pada masa dewasanya lebih rentan terhadap situasi stres dibandingkan dengan mereka yang orang tuanya tidak bercerai.

”Selain itu, mereka juga merasa tidak puas, sering tidak nyaman berada di antara keluarga dan teman-teman, serta lebih sering menderita kecemasan yang amat sangat dan mengalami kesulitan mengatasi stres kehidupan dalam kehidupan selanjutnya,” jelasnya.

Mengingat betapa beratnya dampak perceraian, Yuli menyarankan, selagi masih bisa, lakukan upaya penyelamatan perkawinan. Pecahnya biduk perkawinan biasanya diawali dengan konflik-konflik. ”Suatu perkawinan hampir tidak mungkin bisa lepas dari konflik. Perkawinan melibatkan dua orang dari keluarga berbeda, kebiasaan berbeda, serta perbedaan-perbedaan lain,” katanya.

Hidup bersama dalam suatu tempat, waktu yang lama, dan dalam hubungan yang intens mampu memunculkan banyak konflik. ”Konflik adalah konsekuensi logis dari kehidupan perkawinan,” katanya. Namun, bila konflik dijalani dengan baik, dalam arti masing-masing pihak dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari konflik tersebut, hal ini akan mematangkan diri, penyesuaian diri, penerimaan diri. Sebaliknya, jika konflik tidak disikapi bijak, segala dampak negatif akan muncul.

Dijelaskannya, kualitas perkawinan yang baik ditandai perilaku-perilaku positif, salah satunya berbagi dalam berbagai hal dengan pasangan, seperti berbagi kasih atau memutuskan suatu masalah bersama. Semua ini penting untuk mempertahankan dan merawat perasaan kedekatan di antara pasangan, keintiman, seksualitas, komunikasi yang baik, kejujuran, kepercayaan, dan kebersamaan sebagai tim.

Bila kedua individu yang terlibat dalam perkawinan tidak mampu menjalin kebersamaan dalam melaksanakan hal-hal kecil di rumah tangga, mereka pun akan mendapat kesulitan dalam mengatasi permasalahan hidup yang lebih kompleks di kemudian hari.

Berbagai macam konflik yang terjadi dalam perkawinan dimulai dari konflik dengan intensitas emosional ringan sampai yang berat. Beberapa konflik disertai pula dengan kekerasan fisik dan mental. Kondisi ini tentu saja akan menyita energi fisik dan psikis semua individu, baik suami, istri, maupun anak-anak.

”Terlebih lagi bila konflik itu dilakukan dengan cara ‘terbuka’. Konsekuensi negatif untuk masing-masing pasangan dari kondisi ini adalah terganggunya kesehatan fisik dan mental kedua belah pihak,” jelas Yuli.

Dari hasil penelitian di Amerika (Bloom, 1978), berbagai efek negatif itu adalah peningkatan risiko psikopatologi, meningkatnya kasus bunuh diri, kecelakaan lalu lintas, tindak kekerasan pada pasangan, kekurangan atau kehilangan daya tahan tubuh, kematian karena ketegangan psikis. Efek negatif dari kondisi ini lebih fatal terjadi pada anak-anak, antara lain merusak perkembangan psikologis anak-anak, seperti depresi, menarik diri dari pergaulan sosial kompetensi sosial yang rendah, kesehatan fisik dan mental yang terhambat, performasi akademis anak menurun, gangguan perilaku yang berkaitan dengan kesukaran emosional, kekerasan, ketergantungan narkoba, dan kegagalan pendidikan formal.

Kunci menghindari pecahnya perkawinan atau perkawinan yang selalu dalam konflik ini adalah dengan mengoreksi niat berkeluarga. ”Upayakan selalu ingat bahwa tujuan hidup adalah mencapai rida Allah dan melakukan ibadah,” kata Yuli.

Bila konflik terbuka telanjur terjadi atau perceraian tak bisa dihindari, jalan satu-satunya adalah mengomunikasikan hal ini dengan anak. Beri anak sebuah alasan yang dapat dipahami dan menenangkan anak. ”Kalaupun terjadi perceraian akibat konflik itu, orang tua harus menjelaskan pada anak bahwa apa pun yang terjadi di antara mereka, hal itu tidak akan memengaruhi tugas dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak, terutama masalah kesejahteraan anak,” ujarnya. (Uci)***
(Harian Pikiran Rakyta, 10 Januari 2010)
—————————————————————————————————————————————————
Link :http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=121986

 

METODE TAPPING Januari 28, 2010

Filed under: Uncategorized — westaria @ 4:19 am
METODE TAPPING
Posted November 15th, 2008 by chietraAgama
Psikoterapi
Tapping merupakan sebuah terapi yang menggunakan dua buah jari yang dapat menyembuhkan. Tapping merupakan rangkaian dari pengobatan yang dikenal di Amerika sebagai Teknik Pembebasan Emosi (Emotional Freedom Technique/ EFT). Teknik pembebasan emosi atau EFT merupakan teori dasar dalam ilmu psikologi. Jika diri terkendali, akan ada gelombang elektromagnetik tertentu yang akan mengatur tubuh menjalankan fungsinya secara baik. Kemudian selang beberapa lama, Ahmad Faiz Zainuddin, seorang sarjana psikologi lulusan Universitas Arlangga memperoleh ilmu EFT langsung dari Gary Craig. Dan kemudian menambahkan unsur spiritualnya, sehingga menjadi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).
Di Jakarta, terapi penyembuhan dengan mengetukkan dua jari pada beberapa titik akupunktur di tubuh ini sudah banyak dikenal. Teknik membebaskan diri dari emosi ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga penyakit kronis sekalipun.
Dra. Yuli Suliswidiawati, M. Psi sebagai orang yang mempopulerkan terapi tapping di wilayah Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa Tapping merupakan salah satu teknik terapi psikologi yang dapat dilakukan oleh semua orang. Menurut Yuli, Tapping merupakan usaha membuang ”sampah-sampah emosi” yang ada dalam tubuh. Emosi adalah sumber dari segala penyakit, ketika emosi tertumpuk lewat proses penimbunan yang bertahun-tahun, menyebabkan timbulnya berbagai keluhan fisik dan psikis.
Yuli menjelaskan, terapi Tapping seperti akupunktur, menggunakan titik-titik pada tubuh dalam upaya membebaskan diri dari energi negatif berupa sampah emosi. Bedanya, jika di akupunktur dikenal 361 titik, dalam Tapping cukup 18 titik saja yang disentuh oleh dua jari terapis.
Berdasarkan penelitian, ketika manusia emosi titik-titik tersebut akan menegang. “Jika diketuk-ketuk titik-titik tersebut akan meregang. Makin sering titik tersebut di-Tapping, peregangan semakin bagus. Bahkan penyakit menahun pun bisa sembuh,” kata Yuli
Upaya peregangan ini akan semakin sempurna jika dibantu dengan pemberdayaan spiritual. Tak heran dalam praktik siang itu –saat wawancara– Yuli membimbing seorang pasiennya mengucapkan, “Ya Allah, saya ikhlas …saya pasrah” secara berulang-ulang selama proses Tapping. Memang seseorang yang sedang dalam proses terapi Tapping diharapkan pasrah dan ikhlas, agar terapi ini efektif.
Jika keluhan fisik dan emosi sudah hilang, energi negatif tersebut berada pada titik nol , bahkan mengarah pada energi positif. Dengan pikiran yang telah jernih dan positif, terjadilah pemanfaatan atau optimalisasi potensi pada orang tersebut.
Efek Tapping akan berbeda pada semua orang. Bisa sekadar diam, menangis, namun bisa juga berakibat hebat misalnya memuntahkan isi perut. Selain muntah, tanda-tanda lain adalah berkeringat, menggigil, keluar air mata, dan sendawa. Selain masalah fisik seperti migrain, sesak napas, darah tinggi, Tapping juga bisa menyembuhkan masalah emosional seperti stres, fobia, kecanduan rokok atau alkohol, depresi, hingga perselingkuhan.
Yuli mengemukakan bahwa Tapping dapat menyembuhkan yang berhubungan dengan emosi. Karena 80 persen keluhan manusia dalam bentuk apa pun akarnya adalah emosi. Sisanya, 20 persen, penyakit yang disebabkan virus atau patah tulang, tak bisa disembuhkan lewat terapi ini.
Namun, keyakinan tersebut belakangan gugur ketika suatu saat seorang penderita demam chikungunya datang memaksa berobat pada Yuli. Pada awalnya, Yuli meragukan penyembuhan penyakit chikungunya karena penyakit ini disebabkan oleh virus, namun ternyata penyakit chikungunya tersebut dapat diatasi dengan terapi Tapping.
Terapi pengetukan dua jari (Tapping) ini digemari karena beberapa keuntungan yang diperoleh pasien. Tanpa harus mengonsumsi obat-obatan dan mudah dilakukan (bahkan oleh anak-anak sekalipun). Sehingga Tapping dapat dipelajari dengan mudah oleh siapa pun.
http://one.indoskripsi.com/node/6230
 

Pelatihan EFT plus “Mengubah Konflik & Stres Menjadi Puncak Prestasi Hidup” Januari 27, 2010

Filed under: events — westaria @ 10:20 am

Pelatihan EFT plus “Mengubah Konflik & Stres Menjadi Puncak Prestasi Hidup”

Minggu, 14 Februari 2010
Jam 08.00-17.00 WIB
Hotel Utari,Jl. Dago no. 50 Bandung
Investasi Rp. 600.000
Hub. 022-70936588
Transfer ke BNI : 0008489785, a.n Dra. Yuli Suliswidiawati,M.Psi
Bayar sebelum 5 Februari 2010 DISC 25% ATAU bayar 4 GRATIS 1
—————————————————————————————————————————————————
 

Profil Master Trainer EFT plus Januari 27, 2010

Filed under: Uncategorized — westaria @ 9:39 am

Dra.Hj.Yuli Suliswidiawati, M.Psi.

Psikolog, dosen, terapis dan trainer teknik terapi psikologi EFT (Emotional Freedom Technique) yang telah berpengalaman selama lebih dari 25 tahun di bidang psikologi. Telah menerapkan terapi psikologi EFT baik terhadap individu, organisasi, perusahaan untuk mencapai performa terbaik.

 

Jenis Jasa Layanan yang diberikan di Biro Konsultasi Psikologi WESTARIA Januari 27, 2010

Filed under: Uncategorized — westaria @ 9:26 am

Jenis Jasa Layanan yang diberikan di Biro Konsultasi Psikologi WESTARIA, meliputi:

A. Pemeriksaan Individu
Jasa layanan yang diberikan tergantung dari kebutuhan / permintaan klien, yang meliputi
• Jasa Psikotest,
• Konseling
• Terapi.

B. Kehidupan Keluarga
Jasa layanan meliputi:
• Konseling,
• Terapi,
• Ceramah,
• Training (Islamic Parenting atau Training EFT Plus). Jasa layanan ini ditujukan untuk Orang tua Murid, Kelompok-kelompok Pengajian, dll.
Tujuannya adalah untuk membantu klien dan keluarganya agar dapat mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan keluhan emosi, psikis maupun fisik.
Untuk selanjutnya klien dibekali dengan keterampilan menterapi diri sendiri sehingga dapat mengoptimalkan self healing (Kemampuan menolong diri sendiri, ADD, ADHD, Hipertensi dll), sehingga dapat mengatasi masalahnya secara mandiri.

C. Pendidikan dan Perkembangan
Jasa layanan yang diberikan meliputi:
• Tes Kesiapan Masuk Sekolah,
• Pemeriksaan Potensi Psikologi,
• Penelusuran Minat, Bakat & Penjurusan,
• Training Pengembangan Diri/Motivasi, Konseling & Terapi.
Melalui Psikotest dapat menjaring potensi dan menganalisa permasalahan yang ada pada anak, berkaitan dengan optimalisasi pencapaian prestasi sekolah maupun permasalahan perkembangan anak.

D. Industri dan pengembangan SDM
Jasa layanan yang diberikan meliputi:
• Pemeriksaan Psikologi,
• Psikotest untuk Recruitment,
• Promosi, Inventarisasi dan Mutasi (dengan berbagai level jabatan).
Melalui Psikotest akan membantu penempatan karyawan atau calon karyawan pada posisi yang tepat, Pengembangan karyawan melalui assesment, konseling dan berbagai macam training untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan karyawan, sampai pada training untuk peak perfomance /peningkatan prestasi puncak.

 

Apa Itu EFT ?? Januari 27, 2010

Filed under: Uncategorized — westaria @ 9:21 am

EFTplus adalah gabungan dari EFT (Emotional Freedom Technique) dari Gary Craig dengan .ESM (Emotional Spiritual Management) yang diambil dari konsepnya Daniel Goleman Carl Roger serta TLT (Time Line Therapy) dari Dr Tod James Phd, Gabungan konsep konsep besar ini pada prinsipnya adalah pemberdayaan kemampuan menyadari dan menerima kondisi emosi negatif yang disertai dengan meningkatkan kesadaran spiritual dan penyelarasan sistem energi tubuh.

Teknik ini bermanfaat untuk mengatasi hambatan-hambatan FISIK (sakit kepala, pusing, migren, sakit / pegal leher, hidung sering mampet.sinus, heart erythmia, sesak nafas, maag dan gangguan pencernaan , darah tinggi, stroke, dll) dan EMOSI (cemas, mudah marah, bosan, gelisah, malas, sulit konsentrasi, prestasi belajar tidak optimal / gangguan belajar, takut pada guru / pelajaran / teman, prestasi kerja tidak optimal, takut bicara di depan umum, tidak percaya diri, takut gagal, cemburu, mudah tersinggung sedih, kecewa, merasa khawatir, benci, dendam, phobia, trauma masa lalu, trauma karena pelecehan sexual, trauma bencana alam, dll).

Dengan penambahan pemahaman, dinamika dari proses dan tujuan hidup juga dinamika kepribadian dari konsepsi sampai akhir, maka masalah dapat tergali dan terselesaikan sampai pada akar masalahnya, sehingga kesembuhanpun menjadi permanen.

Keuntungan
• Efektif, telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan di gunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia
• Mudah, untuk semua orang, anak-anak dan orang lanjut usia pun bisa melakukan.
• Cepat, hanya membutuhkan waktu 15-50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu 15 menit.
• Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang berisiko.
• Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
• Memberdayakan, tidak tergantung pada trainer. Peserta mempunyai teknik yang bisa di gunakan secara mandiri.
• Universal, dapat digunakan untuk hampir semua masalah fisik, emosi, dan spiritual.
• Compatible, dapat digunakan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik tersebut.
• Ilmiah, semua teori yang mendukung dalam terapi ini adalah ilmiah. Artinya telah terbukti secara ilmiah melalui penelitian bahkan percobaan di laboratorium.

Siapa yang harus IKUT??
• Orang tua, yang memiliki anak bermasalah/ingin meningkatkan prestasi diri dan anaknya serta hubungan suami-istri.
• Anak, yang mempunyai masalah atau yang ingin meningkatkan prestasi.
• Praktisi medis, seperti Psikolog, Dokter, terapis, bidan, dll, untuk melengkapi teknik terapi yang sudah dilakukan

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.